![]() |
| Oleh Nurma Aysipah |
Nurma Aysipah – Mahasiswa, dikatakan sebagai seorang siswa yang berada ditingkat lebih tinggi. Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa adalah seseorang yang memiliki posisi dan peran sebagai agent of change, social controler, dan the future leader.
Mahasiswa adalah penerus bangsa yang memiliki ilmu untuk memajukan bangsa dalam berbagai bidang yang mereka kuasai, dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, untuk itu mahasiswa harus berfikir kritis akan segala kondisi yang mereka hadapi dari hari ke hari.
Mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam tiap fenomena sosial, harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam perubahan keumatan ke arah berkeadaban.
Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai Negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu Negara. Miasalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ratusan ribu mahasiswa berhasil mendesak Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.
Mahasiswa zaman old dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang aktif kuliah dibawah tahun 2000an, dimana mahasiswa pada zaman itu memiliki semangat yang membara dan tingkat keingintahuan yang tinggi, oleh karena itu banyak mahasiswa-mahasiswa yang berada pada zaman itu menempatkan dirinya ke lingkungan belajar, seperti perpustakaan, karena pada zaman itu masuk ke universitas merupakan hal yang bergengsi dan hebat.
Mahasiswa zaman itu menjadi unggulan pada masanya, termasuk dalam kualitas etika yang mereka miliki sehingga saat itu, mahasiswanya selalu bersikap sopan santun, walau di era konflik atau era yang masih belum aman, mereka tetap menuntut ilmu dengan penuh semangat, demi masa depan yang cerah yang akan mereka miliki beberapa tahun kedepan, walau dengan keterbatasan sumber ilmu dan keterbatasan informasi.
Pada zaman dibawah 2000an, alat komunikasi sangatlah minim, tidak seperti sekarang yang setiap orang memiliki alat komunikasinya masing-masing, dulu mencari informasi sangatlah susah, bahkan membaca buku saja, mereka rela mengantri diperpustakaan setiap minggunya demi memiliki pengetahuan serta informasi yang berharga.
Berbeda dengan zaman now, mahasiswa zaman now dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang aktif di atas tahun 2000an, dimana saat-saat awal kemajuan teknologi, seiring waktu teknologi semakin maju hingga saat ini, dengan alat komunikasi yang dimiliki oleh masing-masing individu, mudahnya akses informasi hanya dengan memainkan jari dan memiliki buku yang dapat dibawa kemana-mana tanpa antri.
Mahasiswa zaman old, selalu membawa buku-buku pelajaran yang tebal dan buku catatan kemanapun mereka pergi, untuk mencari dan mencatat informasi yang ada dimanapun mereka berada. Sangat berbeda dengan mahasiswa zaman now yang hanya membawa perangkat canggihnya kemana-mana mereka bisa melakukan apa yang mahasiswa zaman dulu tidak bisa lakukan, tapi, perangkat canggih yang mereka gunakan membuat mereka menjadi manja, seperti sukar membaca buku dan menulis apa yang diterangkan oleh dosen, bahkan mereka hanya cukup mengabadikan nya kedalam perangkat canggih mereka, kemudian dibiarkan tanpa membacanya sedikitpun.
Mahasiswa zaman now memiliki semangat yang kurang membara atau kurang rajin dari pada dengan mahasiswa zaman old, dimana mahasiswa zaman now lebih memilih untuk melalaikan dirinya dengan hiburan, musik, dll. Sangat minim untuk meluangkan waktunya untuk belajar, hanya sebagian mahasiswa yang semangatnya membara layaknya mahasiswa zaman old, dimana ia masih sadar kalau hidup bermasyarakat memiliki banyak beban, dengan teknologi yang semakin maju dari hari ke hari.
Etika mahasiswa zaman now jauh lebih buruk dari pada etika dan sikap mahasiswa zaman old, mungkin dikarenakan faktor majunya teknologi, dan adanya social media, sehingga banyak mahasiswa bersikap kurang sopan ketika bertemu dengan yang lebih tua, berbeda dengan mahasiswa zaman old yang sangat menghormati dan menghargai orang yang lebih tua sehingga mereka bersikap sangat sopan.
Dan Keingintahuan yang dimiliki mahasiswa zaman now sangat kurang, mahasiswa zaman now sudah jarang membaca buku ilmiah atau buku pelajaran, mahasiswa zaman now akan lebih memilih tempat yang memiliki akses internet gratis daripada membaca buku, jika mereka membaca buku maka mereka akan lebih memilih untuk membaca buku fiktif dan bergambar. Demi memanfaatkan kecanggihan teknologi yang mereka miliki sekarang, mahasiswa zaman now lebih suka mempelajari sesuatu dari video atau praktek langsung. Meskipun tidak salah.
Jika kata Pidi Baiq, “Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.”


0 Komentar