Social Media

Negara Totaliter, biasa. HMJ Totaliter, siapa anda?





DIKSI | The Origins of Totalitarianisme buku tiga jilid yang ditulis Hannah Arendt mengupas secara luas bagaimana perjalanan perang dunia sehingga memunculkan "gaya pemerintahan baru", dimulai dengan antisemitisme nazi, imperiliasme barat, hingga propaganda dan indoktrinasi sebagai gaya 'Totaliter' tingkat pertama. Sebagai negara-negara yang memiliki power to change and power to control hal ini sempurna dijalankan, Antisemitism nazi berjalan baik, imperiliasme barat apalagi, dua isme yang menjadi benih Totalitarian ini berjalan dengan memunculkan senjata perang baru, yakni propaganda dan indoktrinasi. Pada lidah Joseph Goebels sendiri (sebagai aparat elit nazi) keluar perkataan "Propaganda ialah alat untuk menguasai massa", propaganda Goebels kemudian dikenal dengan Argentum ad Nauseum (kebohongan besar) yang dimulai melalui pintu media (surat kabar, buku, radio, dll).

Semua negara Totaliter tidak kebetulan mencengkram rakyatnya, nazi punya propaganda, lenin dengan sovietnya punya propaganda, dalam pikiran arendt demi membentuk atomisasi masyarakat, karena baik nazi maupun soviet, keduanya ingin menciptakan masyarakat tanpa kelas meskipun dengan jalan yang berbeda. Jangan terlalu jauh bicara nazi dan soviet, hindia belanda saja mereka punya propaganda dibalik kolonialismenya.

Penulis ingin mengerucut pada komunal yang lebih kecil, yakni mahasiswa dengan himpunannya atau aktivis dengan organisasinya, ironis ketika gaya Totaliter dimunculkan, membunuh kemerdekaan berfikir, merenggut hak dan kebebasan demi kepentingan kelompok tertentu. Jika saja penjajah bisa disematkan pada elit elit organisasi maka kami sedang kedatangan penjajah. Penulis sebetulnya tidak tau apakah ada propaganda demi kepentingan sekelompok orang, atau memang ini hal yang terjadi secara natural. Jika ada propaganda, maka ada kepentingan yang dipola untuk diperjuangkan, namun jikapun membela diri dengan mengatakan tak ada kepentingan apapun, dalam prediksi arendt, maka propaganda akan berubah menjadi indoktrinasi sebagai hardtools untuk membungkam rakyatnya.

Miris, namun lucu, ternyata Totalitarian bisa muncul dalam komunal kecil, ada orang yang lebih berani daripada hitler, ada yang telunjuknya merasa lebih hebat dari ratu wilhelmina. Kalaulah hitler, lenin, dan ratu wilhelmina bisa menyaksikan ini, saya tak tau mereka akan bertepuk tangan atau justru tertawa bersama.

Ditutup dengan kalimat dari pakar propaganda,
"Bila sekelompok orang dapat menahan khalayak untuk mendapatkan akses mereka, maka disitu ada propaganda" 

#NarasiMahasiswa
(Luizsche)



Posting Komentar

0 Komentar