DIKSI - Menyikapi langkah AMMENG dalam menempuh jalur aksi, ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) STAIPI Bandung, Yunus Shifa Muntari, mengkritisi sikap dan tujuan pihak AMMENG.
"Menurut saya mah bagus AMMENG, bisa mengangkat issue tersebut. Mereka bisa menggali informasi terkait isu-isu tersebut yang kebanyakan mahasiswa belum tau."
"Barangkali tujuan ammeng itu, untuk menyadarkan para mahasiswa yg saat ini banyak terdiam dan kehilangan daya kritis dan analisisnya."
"Akan tetapi, menurut saya pribadi sikap AMMENG ketika ingin melakukan langsung ke aksi, hal itu yg saya tidak suka, dikarenakan kita belum audensi terlebih dahulu dengan beberapa orang yg ada hubungannya dengan issue issue tersebut." Jelasnya pada wawancara dengan tim DIKSI pada Senin (7/10).
Yunus menyuarakan ketidakpuasannya dengan aksi audiensi mahasiswa yang dilakukan AMMENG pada Sabtu (28/9). Ia mempersoalkan ketidakhadiran sosok-sosok penting yang terlibat pada isu-isu yang diangkat.
"Walaupun kemarin pada hari Sabtu sudah di lakukannya audensi. Tapi, pada waktu itu kurang pas menurut saya. Karena tidak di hadirkannya langsung dengan orang yg terlibat. Jikalau ada org yg terlibat langsung kita bisa tau apa alasannya dr permasalahan tersebut."
Lalu, begitu ditanya mengenai tujuan AMMENG, mahasiswa semester 5 ini mempertanyakannya.
"Tujuan AMMENG itu apa untuk aksi? Jikalau isu sudah tersampaikan, kenapa harus aksi? Bukankah niatnya ingin menydarkan dan memperbaiki kampus dgn cara mengambil menganggkat issue tersebut?" Tanya Yunus.
Oleh karena itu, Yunus menginginkan adanya audiensi antara pihak akademik, BEM dan AMMENG terlebih dahulu supaya isu yang ada bisa diselesaikan dengan pihak-pihak yang terlibat.
"Makanya ana pribadi ingin diadakanya audensi terlebih dahulu seperti itu, supaya kita bisa menanyakan langsung kepada yg bersangkutan. Bukan lagi katanya, katanya." Pungkasnya.
(AH/IR)
0 Komentar