Lembaga Pers Mahasiswa DIKSI STAIPI Bandung
Berawal dari rapat internal bidang informasi dan komunikasi (Infokom) HMJ KPI STAIPI Bandung yang dipimpin oleh Agus Mulyadi. Dalam rapat tersebut mendiskusikan terkait penting nya pers kampus sebagai ruang edukasi jurnalistik.
Kemudian pers mahasiswa DIKSI dibentuk dan disahkan di Ciganitri, Bandung, Jawa Barat pada hari Selasa, 22 November 2016 berdasarkan hasil musyawarah khusus divisi infokom HMJ KPI. Reformasi pers mahasiswa Baina Yadaik menjadi pers mahasiswa DIKSI dengan landasan musyawarah hasil ketetapan rapat anggota internal.
Penamaan DIKSI merupakan gagasan dari kang Hasan seorang alumni KPI STAIPI Bandung, yang memiliki arti kata, dengan tagline Bercengkrama Dengan Kata. Landasan filosofisnya, DIKSI sebagai simbol menulis. Setiap menjalani kehidupan pun kita tidak akan pernah terlepas dari kata.
Maka dari itu DIKSI sebagai pers mahasiswa memiliki ciri khas dengan hal-hal intelektualisme yaitu membaca, menulis dan berdiskusi. Ketika orang salah memilih dan memaknai kata, ia akan salah berpikir, kemudian ketika orang salah berpikir tentu akan salah dalam bertindak.
Pers mahasiswa ini memiliki tujuan, pertama sebagai informan publik, kedua sebagai ajang tukar pikiran dalam menghadapi fenomena sosial, ketiga wadah pembelajaran berkiprahnya mahasiswa yang berminat dibidang media massa, dan terakhir sebagai media yang mengawasi aktivitas khususnya di wilayah STAI Persis Bandung.
Dengan hadirnya DIKSI selain fungsinya sebagai penyaji informasi, ruang edukasi serta sosial kontrol. Diharapkan terkhusus bagi mahasiswa STAIPI Bandung dapat melahirkan seorang aktivitis jurnalis yang memiliki semangat menulis.

