![]() |
| Oleh: Muhammad Thariq |
Mengacu pada definisi di atas, sehat terbagi menjadi 3:
Yang pertama, sehat fisik. Yaitu sebuah kondisi dimana setiap organ fisik bekerja dengan semestinya.
Yang kedua, sehat mental. Yaitu kondisi psikis yang berkaitan dengan kejiwaan.
Dan yang ketiga, sehat spiritual atau sehat sosial, yang diinterpretasikan dengan moral dan kepercayaan.
Itulah gambaran besar yang bisa kita tangkap dari terminologi “sehat”.
Namun, tahukah anda semua? Bahwa jauh sebelum WHO terbentuk, jauh sebelum para pakar kesehatan dikehendaki Allah untuk menatap dunia, Al-Quran sudah menjelaskannya secara lengkap, Loh!
Ya, dalam kitabullah ini, terdapat beberapa ayat yang berkaitan dengan kesehatan. Di antaranya Surat Al-Baqarah ayat 10 dan Al-Muddatstsir ayat 31 yang berkenaan dengan penyakit syubhat, yang bunyinya secara berurutan sebagai berikut:
Dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit mereka.
Supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”
Tidak lupa Surat Al-Ahzab mencantumkan tentang penyakit syahwat, yang artinya adalah sebagai berikut:
Wahai istri para Nabi, kalian tidak sama dengan wanita muslimah manapun jika kalian bertaqwa. Karenanya, janganlah kalian berbicara (terlalu) lembut sehingga menimbulkan keinginan kuat kaum lelaki yang dalam hatinya terdapat penyakit.
Pun Al-Quran menerangkan tentang penyakit jasmani dalam Surat Al-Baqarah ayat 196:
Jika di antara kalian menderita sakit atau terdapat luka (penyakit) di kepalanya (lalu ia bercukur), ia harus membayar fidyah, yaitu bershaum (tiga hari), memberikan sedekah dengan memberi makan enam orang miskin atau melaksanakan korban (seekor biri-biri)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang berkenaan dengan kesehatan dan sangat menarik bila dikaji lebih dalam.
Wallahu a’lam bis-Showwaab.


0 Komentar