Social Media

STAIPI Bandung Sudah New Normal; Mau Tidur Sampai Kapan, BEM?


oleh Redaksi DIKSI Online

Belakangan ini, STAIPI Bandung mulai menerapkan skema “New Normal” dalam penyelenggaraannya. Ujian masuk dilaksanakan secara normal, dengan tetap memberlakukan physical distancing dan mengikuti protokol kesehatan guna menghadapi fase AKB (Adaptasi Kegiatan Baru) yang diberlakukan akademik. Ujian akhir semester genap pun mahasiswa diperkenankan hadir ke kampus untuk menggunakan Wifi yang disediakan, meskipun teknis pelaksanaannya masih secara online.

Jika daerah Ciganitri tetap mempertahankan statusnya sebagai zona hijau, atau bahkan turun hingga zona biru, bukan hal yang mustahil bila semester depan mahasiswa bisa kembali beraktivitas secara normal di area kampus. Lambat laun, semua kembali ke sediakala.

Terkecuali… Kongres BEM STAIPI, yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan kapan akan dilanjutkan kembali.

Cukup mengherankan. Tidak ada secuil pengumuman atau informasi apapun yang berkaitan dengan kelanjutan saga kongres BEM, yang tempo lalu sebelum pandemi Covid-19 sempat diwarnai drama pengunduran diri ketua KPUM yang cukup kontroversial.

Terakhir kali, BEM mengadakan sesi jajak pendapat dengan perwakilan setiap HMJ dan UKM STAIPI Bandung, yang berakhir dengan kesepakatan kongres akan ditunda mengikuti instruksi pihak akademik perihal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut redaksi DIKSI Online, kondisi new normal yang tengah berlaku saat ini seharusnya menjadi indikator bagi BEM STAIPI melanjutkan kembali hajat pamungkasnya. Apalagi, sebenarnya pihak akademik sudah kembali memberikan lampu hijau untuk kegiatan ekstra di lingkungan kampus, selama mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Hal ini berdasarkan wawancara tim DIKSI dengan Nurmawan, ketua STAIPI Bandung, Senin (29/6) lalu. Ujarnya, pihak akademik tidak melarang kegiatan mahasiswa yang menggunakan fasilitas kampus selama fase new normal ini, asalkan protokol kesehatan seperti physical distancing tetap dijaga.

“Kalau dalam surat edaran, kegiatan pembelajaran kampus memang masih tidak diperbolehkan untuk sementara, tapi kita juga memahami kerinduan mahasiswa kembali beraktivitas di sini. Ada yang kemarin melakukan syuting promosi jurusan di sini, ada juga yang melakukan bimbingan di sini, tapi protokol tetap dijaga. Yang seperti itu ‘kan tidak harus diekspos. Intinya, protokol kesehatan tetap dijaga.” Jelasnya.

Sebenarnya, tidak mengapa bila BEM STAIPI beralasan Kongres tetap harus dilaksanakan mengikuti jadwal KBM yang ada. Toh, sampai saat tulisan ini dibuat, UAS masih diselenggarakan secara online dan belum ada keputusan pasti perihal KBM semester depan. Namun, BEM perlu sadar bahwa kongres yang terhenti di triwulan awal 2020 mau tidak mau harus dilanjutkan lagi. Mahasiswa, khususnya para pengurus HMJ, jelas tidak bisa mendahului kongres BEM dalam hal transisi jabatan. Seakan-akan saat ini STAIPI tengah mengalami vacuum of power, karena ketidakjelasan kongres ini.

Sudahlah, akui saja. Pandemi ini memang terbukti ampuh melumpuhkan hasrat mahasiswa berorganisasi di kampus, kok. BEM tidak perlu malu mengakui para tasykil-nya tengah khilaf meninggalkan amanatnya selama hampir tiga bulan ini. Khusnuzhan-nya, mereka sendiri tengah kebingungan membereskan masalah personalnya masing-masing akibat dari wabah Corona yang memang, harus diakui cukup merepotkan kita sebagai mahasiswa, apalagi buat mereka yang memang sejak awal tertatih-tatih melunasi biaya administrasi. Namun, mau sampai kapan situasi seperti ini harus dimaklumi?

Makanya, supaya nanti ketika masuk kembali ke kampus disuguhkan oleh masalah baru yang sudah menumpuk dari awal, ada baiknya panitia Kongres yang sekarang segera menyelesaikan sedikit demi sedikit masalah transisi kekuasaan BEM di kampus kita ini. Toh, pemerintah dan akademik sudah mengizinkan juga. Sekali lagi, ini bukan masalah menyepelekan wabah yang sedang terjadi. Hajat Kongres BEM, saat ini sudah harus disegerakan demi kemaslahatan semuanya. Kecuali jika yang bersangkutan memang menghendaki untuk menjabat selama dua periode.

Kembali lagi pertanyaan ini kami sampaikan, mau tidur sampai kapan, BEM?

Posting Komentar

0 Komentar