Social Media

Endgame Konglub: Mengangkat Pemimpin Baru, Cukupkah?


Konglub telah berakhir. Pondasi dan pemimpin baru telah ditetapkan melalui musyawarah alot yang membutuhkan hingga tidak kurang dari 17 jam. Suatu proses yang cukup melelahkan, namun akhirnya mencapai titik kulminasinya, yang terbayarkan dengan tuntas.

Sisa-sisa manusia yang masih hidup telah mengangkat "Messiah"-nya demi menyelamatkan keberlangsungan hidup mereka. Harapan mereka tentang tanah suci yang kembali subur, kembali muncul memberikan alasan bagi mereka untuk tinggal di sana.

Tapi, pertanyaan yang muncul sekarang, siapkah rakyat baru ini mengikuti "messiah"-nya?

Sangat kentara nampaknya musyawirin masih gagap dalam mengikuti sidang penuh sakralitas kemarin hari. Setahun lebih vacuum of power membuat naluri kritis mereka tumpul.

Antara membisu, atau lebih memilih memperkarakan hal yang remeh temeh. Masalah hadirin keluar untuk buang hajat pun jadi sasarannya. Masalah padanan kata yang sebenarnya sepele, terlalu dipanjangkan perdebatannya.

Jika dalam bermajelis saja prosesnya seperti ini, bagaimana jadinya ketika rakyat ini mulai kembali melanjutkan peradabannya?

Apakah "Messiah" ini dapat membawa umatnya menuju era yang baru? Ataukah rakyat ini siap memasang badan dan berpeluh keringat demi sang pemimpin?

Kami mengutip ucapan Winston Churchill untuk sekiranya menggambarkan penutup dari tulisan ini.

"Now this is not the end. It is not even the beginning of the end. But it is, perhaps, the end of the beginning".

(Kini bukanlah akhir. Bahkan, ini bukanlah permulaan dari akhir. Tapi ini, mungkin, adalah akhir dari permulaan).

Posting Komentar

0 Komentar