DIKSI - Coba kita kenang lagi kebangkitan semangat juang mahasiswa di era 1990-an. Menyuarakan kebenaran, bahkan ketika senjata ditodongkan ke pelupuk mata,
bahkan sampai harus meregang nyawa. Negara kita negara berdarah, aktivis yang dianiyaya bahkan diculik dan dibunuh hanya untuk kebenaran, kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Seiring berjalannya waktu kita dipertemukan dengan zaman modern, zaman digitalisasi. Yang ternyata membuat kenyamanan tersendiri bagi mahasiswa. Ditambah lagi dengan pandemi yang melanda, membuat mahasiswa nyaman, dan peduli sosial menjadi sesuatu yang telah dikafani.
Sebelum jauh ke jalan, sebelum jauh kepada isu sosial nasional, apakah kita telah benar-benar menjadi mahasiswa di kampus kita ?
Ini pertanyaan yang harusnya hadir pada diri mahasiswa, sebagai agen of change.
Bukankah wajah peradaban negara ada di pundak kita?
Agen of change adalah mereka yang tidak menjadikan kampus hanya sebagai media yang menawarkan ilmu. Namun sebaliknya mahasiswa juga menawarkan ilmu untuk masa depan kampus yang ia tempuh. Beberapa diantara mahasiswa menjadikan kuliah hanya sebagai ritual untuk menanti ijazah.
Organisasi kampus mati siapa yang perduli? , " Kita ikut-ikut aja yang penting kami kuliah dan jadi sarjana," seapatis itu. Memilih menjadi kerbau yang di cocok hidungnya dan ikut kemana saja ia dibawa.
Padahal, menjadi manusia merdeka adalah impian semua manusia, menjadi impian semua mahasiswa.
Jangan jadi kerbau, jangan jadi binatang, jangan menjadi sampah yang ikut mengalir di arus yang membawanya mengalir.
So Hok Gie pernah berkata " Hanya ada dua pilihan menjadi apatis atau mengikuti arus, tetapi aku memilih menjadi manusia merdeka ".
Barangkali hidup memang pilihan, untuk pilihan cinta yang lahir menjadi aktifitas yang berguna bagi nusa dan bangsa adalah pilihan sedikit mahasiswa, sisanya memilih menjadi apatis.
Maka ada dua penawaran yang harus dipilih, setidaknya kampusmu menjadi hidup dan kau menjadi mahasiwa yang tidak mati gerak akalnya.
Organisasi kampus mati siapa yang peduli?
Jangan bodoh,
Jangan mati,
Jangan jadi tidak berguna.
Silahkan pilih menjadi mahasiswa apatis dan sampah yang ikut arus, atau menjadi mahasiswa yang merdeka?
(MS)


0 Komentar