| Massa BEM STAI Persis Bandung berkumpul depan gedung DPRD Jawa Barat, menyuarakan isu pendidikan. Foto: Hairil Anwar |
Ciganitri, DIKSI | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Persis Bandung telah mengimbau seluruh mahasiswa STAI Persis Bandung untuk mengikuti aksi depan gedung DPRD Provinsi Jawa Barat pada Selasa (26/10/2021) via media informasi BEM serta surat intruksi kepada HMJ.
Ketua BEM, M. Taufan Firdaus menjelaskan, aksi ini dilakukan demi diperhatikannya kembali pendidikan oleh pemerintah yang terkesan mengabaikan selama 2 tahun.
"Harapan setelah aksi ini ialah supaya pemerintah memperhatikan bidang pendidikan ini yang telah dua tahun kurang lebih pendidikan ini menjadi korban dan terabaikan, dengan alasan pemerintah ingin fokus pada aspek kesehatan dalam hal ini pandemi," ujar Taufan saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (27/10/2021).
"Nyatanya, pandemi pun tidak terselesaikan sampai saat ini. Selain itu, isu pendidikan yang kita angkat ini pun dapat menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat agar dapat memberikan perhatiannya terhadap persoalan pendidikan," lanjutnya.
Adapun Taufan menyebutkan, poin-poin yang di angkat menjadi tuntutan pada aksi kemarin tercantum pada press release BEM Bandung Raya Bersatu (Baraya).
Tanggapan Taufan Terkait "Aksi Dadakan"
| Ketua BEM STAI Persis Bandung, M. Taufan Firdaus mengimbau HMJ dapat mengkaji isu-isu pendidikan. Foto: Lutfi Anbar. |
"Hari ini yang menjadi isu fundamental adalah persoalan terkait pendidikan bukan saja perihal tugas akademik nya namun terkait kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat," ungkap Taufan.
"Maka agar aksi yang kita adakan tidak terkesan mendadak saya berharap kawan-kawan di HMJ dapat mengkaji isu tersebut, sehingga ketika ada aksi kembali mengenai isu pendidikan ini tidak terkesan mendadak lagi," sambungnya.
Selanjutnya, ia menyebutkan BEM akan mengkaji lebih dalam terkait apa yang belum sempat dikritisi dan melakukan follow-up kepada HMJ untuk melaksanakan kajian dimasing-masing HMJ.
"Kita di internal akan mengolah kembali terkait isu ini, barangkali memang ada poin-poin yang blum kita kritisi. Begitu pun kawan-kawan di HMJ yang perlu mengkajinya. Untuk kajian isu ini dilaksanakan bersamaan, mungkin kita akan follow-up setelah kajian di masing-masing HMJ-nya selesai," pungkasnya. (LYN/AAP)

0 Komentar