Social Media

Pesantren Miniatur Peradaban

Ilustrasi Pondok Pesantren. Foto: Istimewa

Pesantren Miniatur Peradaban

oleh

Anggi Ayu Pratiwi


DIKSI | Pesantren merupakan tempat belajar dan pembentukan militansi nilai-nilai keagamaan dan pengisi pesantren tersebut ialah santri. Sebelum adanya media informasi, pesantren menjadi tempat rujukan informasi dan berkumpulnya orang-orang pemikir agama Islam. 

Martin van Bruineseen seorang antropolog pengamat Islam di Indonesia menyebut pesantren adalah tradisi besar dalam perjalanan sejarah budaya Indonesia (great tradition). Bagaimana tidak, Pesantren adalah Lembaga Pendidikan yang bertahan dari ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Keberadaanya bisa bertahan dengan badai angin apapun, terlebih lagi pesantren memunculkan sejarah baru untuk kemerdekaan Indonesia, Bersama orang-orang besar didalamnya untuk melawan Imperialisme belanda. Tokoh tersebut ialah seperti tuanku Imam Bonjol, K.H Agus Salim, K.H Ahmad Dahlan dan lain-lain.

Pada hari ini, pesantren dijatuhkan oleh bom-bom yang tak mendalami pesantren itu seperti apa, dan bom tersebut ialah judge negative terhadap pesantren. Dengan adanya beberapa kasus kekerasan seksual dari beberapa pesantren yang dilakukan oleh satu orang kepada santri-santrinya. Kasus-kasus tersebut menjadikan semua pesantren dan tokoh-tokoh yang memang real berkontribusi untuk kemajuan itu ikut terbawa arus judge negative.

Adanya parno kepada pesantren memunculkan efek cukup besar. Parno merupakan perasaan takut, cemas dan khawatir yang berlebih. Padahal dengan kasus tersebut, tidak semua pesantren dan tokoh di dalamnya diam-diam melakukan hal tersebut. Dengan banyaknya informasi yang sudah ditindak lanjuti menjadikan semua pesantren seperti  sama..

Padahal, banyak pula prestasi yang berasal dari pesantren, dari santri-santrinya yang belajar di sana. Banyak pula anak millenial yang berprestasi dan menuntut ilmu di pesantren. Mungkin, kalau semua santri bisa menceritakan  suka citanya Ketika di pesantren, bisa membantu mengobati parno yang berseliweran ini. Parno ini harus dievaluasi dalam ranah perbaikan dan menumbuhkan lagi nilai-nilai Islam yang memang kalau kita telaah semua hal itu sangat baik. Maka, parno yang hanya menjadikan konklusi sebaliknya ialah hanyalah judge.

Pesantren tetap menjadi tombak kemajuan dan warisan besar bagi bangsa Indonesia. Tujuan adanya pesantren tetaplah dalam ranah kebaikan dan terus untuk kebaikan. Kejahatan yang ada tetap harus dilawan dengan terus lebih massif lagi bergerak dalam kebaikan. Pesantren harus terus kita jaga tetap ada, kita rawat dengan membersihkan selalu hal-hal yang mengganggu, dan kita jadikan tempat untuk belajar dan militansi pergerakan keagamaan.

Posting Komentar

0 Komentar