| Audiensi BEM, Panitia Osjur KPI dan HMJ KPI. Foto: Hairil |
BEM STAI Persis Bandung telah membuka audiensi terkait pendanaan panitia ospek jurusan KPI dan Tasykil HMJ KPI pada, Selasa ( 11/1) di kampus STAI Persis Bandung.
Audiensi ini bertujuan untuk meluruskan permasalahan dana antara Tasykil HMJ dan panitia Osjur KPI 2022.
"Tadi kita sudah mengundang panitia dan HMJ untuk membicarakan terkait anggaran osjur itu sendiri. BEM menginginkan penjelasan dari HMJ bagaimana pengalokasian dana tersebut. Ternyata ketika dijelaskan itu hanyalah sebuah kesalah pahaman dari panitia." Ujar Taufan, Presiden Mahasiswa STAI Persis Bandung (11/1)
Audiensi ini merupakan inisiasi dari BEM yang bertujuan untuk mengklarifikasi terkait berita yang telah beredar mengenai masalah pendanaan Osjur tersebut.
" Audiensi ini perlu diadakan karena jikalau audiensi ini tidak diadakan nantinya bakal ada berita atau masalah baru. Karna BEM ada sangkut pautnya dengan penurunan dana ini. Jadi BEM pun harus tau dan menyaksikannya." Ujar Gifar, Ketua HMJ KPI. (11/1)
Ghifar juga menjelaskan ketidaktahuannya terkait tidak diundangnya masyarakat KPI selain daripada Tasykil dan Panitia.
"kita tidak tau yang diundangnya itu cuman kita dan tidak tau perihal tidak diundangnya masyarakat KPI." Lanjutnya.
| Ketua HMJ KPI. Foto: Panitia Osjur KPI |
Selanjutnya, Ghifar mengklarifikasi tentang berita yang tersebar mengenai dana yang turun untuk kegiatan Osjur KPI 2022. Ia menjelaskan bahwa uang yang diberikan kepada panitia osjur itu secara berangsur dengan alasan yang tidak disebutkan.
"Dana dari BEM itu turun Rp 2.800.000 dan kita itu baru ngasih Rp 500.000 exof mengangsur dana ini dengan alasan perihal itu tidak bisa dibicarakan ke public, yang penting ketika kita mengangsur-angsur keuangan HMJ seperti ini itu ada pelajaran untuk panitia dan khususnya untuk kita juga. Intinya sisa uang itu masih ada." Tegasnya. (11/1)
Selain itu, Labib Selaku Ketua Pelaksana Osjur 2022 ingin mengklarifikasi perihal pernyataan yang diberikan beberapa waktu lalu kepada Diksi. Ia mengklarifikasi bahwa berita kemarin merupakan keresahan subjektif yang ia lontarkan.
"Dan terkait masalah pendanaan tadi telah dibicarakan bahwa uang yang Rp 500.000 hanya untuk memenej pengeluaran karena setelah osjur itu akan ada pasca osjur. Karena adanya Miss-Komunikasi antara panitia osjur dan HMJ sehingga menimbulkan kesalah pahaman." Ujar Labib, Ketua Panitia Osjur 2022. (MH)

0 Komentar