Social Media

Analogi Rekayasa masalah pada Mahasiswa STAI Persis Bandung


Ada 3 masalah rekayasa sosial yang dianalogikan kepada mahasiswa STAI Persis Bandung, diantaranya:

1. kemiskinan intelektual atau kebodohan. 

2. Egosentris, dilihat dari tingginya ego antar golongan entah itu HMJ atau organisasi-organisasi lainnya. 

3. Tidak ada inisiasi atau etikat untuk mempersatukan berbagai elemen yang ada di STAI Persis Bandung.

Dari ketiga permasalahan rekayasa sosial pada mahasiswa STAI Persis Bandung diatas, Jalaludin Rahmat memaparkan 3 strategi perubahan sosial untuk menjawab ketiga permasalahan tersebut, yaitu:

1. Ada otoritas atau kepemimpinan yang menginiasi suatu perubahan sosial atau menghadirkan suatu ruang yang mana itu bisa menampung seluruh elemen yang menghadirkan perubahan. Salah satunya,  hadirnya LSLP ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi seluruh elemen untuk berkumpul menciptakan perubahan sosial.

2. Persuasif. sebagai contoh, LSLP juga bisa jadi lembaga yang persuasif mengajak Mahasiswa STAI Persis Bandung untuk ikut dalam kajian tematik (Terkait hermeneutik dsb.) dan kajian temporal.

3. Normatif Reeducatif, menanamkan pendidikan normatif yang ada di Kampus STAI Persis Bandung, hal ini disebakan oleh pentingnya pendidikan atau intelektual untuk mahasiswa.

Kajian Lingkar Studi Literasi dan Pemikiran
Pemantik : Yana Permana

(DD)

Posting Komentar

0 Komentar