DIKSI - Pengurus BEM hari ini telah resmi dilantik oleh Bidang III Mahasiswa, Ino Sutrisno. Namun hal itu malah menuai polemik, terkhusus bagi HMJ KPI.
Dengan landasan 'konstitusional' HMJ KPI tak sungkan keluarkan surat pernyataan sikap atas pemilihan tasykil BEM. Sehingga timbul pertanyaan apakah langkah yang ditempuh ini sudah benar?
Ketua HMJ KPI, Gifar Fauz Azhar saat dihubungi oleh DIKSI beliau menguraikan alasannya menyoal munculnya surat kebijakan tersebut.
"Sepertinya saya tidak perlu berbicara banyak hal terkait surat pernyataan sikap dikarenakan telah termaktub dalam surat tersebut barangkali bisa di kaji dari per point nya," tutur Gifar melalui pesan singkat pada Selasa (16/08/2022)
"Perihal follow up tentang pernyataan surat sikap tersebut, seharusnya BEM sebagai organisasi tertinggi kampus paham perannya harus seperti apa untuk sekarang dan kedepannya, " lanjutnya.
Gifar menilai bahwa HMJ KPI menarik kembali delegasi yang diajukan oleh karena komunikasi yang dilakukan BEM tidak jelas.
"Saya selaku ketua dengan hak prerogatif saya menarik kembali delegasi dari kpi, dikarenakan adanya komunikasi yang tidak jelas dengan formateur terpilih presiden mahasiswa, " ungkap Gifar.
Dirinya melanjutkan bahwa seharusnya bem sadar akan peran dan fungsinya tersendiri dan sebagai organisasi tertinggi di kampus bem sudah harus tau bagaimana konklusi gerak langkahnya untuk membangun bem lebih maju.
"Salah satunya dari komunikasi dan sikap yang jelas serta ketegasan yang sesuai dengan konstitusi Ad/Art, " pungkasnya.
Seperti itulah statment dari HMJ KPI soal surat pernyataan sikap yang dilayangkan kepada BEM. Bagaimana pandangan anda?
(DD)


0 Komentar