Ciganitri | DIKSI - Pihak kampus STAI Persis Bandung telah membuka audiensi pada hari Senin, 8 Agustus 2022 yang bertempat di kampus STAI Persis Bandung. Audiensi ini ditujukan kepada para calon wisudawan 2022 terkait dengan penambahan biaya wisuda yang menyebabkan adanya kesalah pahaman antara pihak kampus dan para calon wisudawan.
"Memang harus kami ambil kebijakan ini, karena memang tidak sempurna dalam mempertimbangkan berbagai macam dinamika yang terjadi selama 4 tahun ke depan. Jadi hitungan hanya fokus di tahun 2018." Ujar Sukardi saat diwawancarai usai diadakannya audiensi.
Beliau menjelaskan bahwa penambahan terkait biaya ini karena adanya dinamika yang tidak bisa dikendalikan. Adanya kenaikan-kenaikan dalam berbagai aspek menjadikan hitungan awal biaya tidak dapat memenuhi segala kebutuhan serta kegiatan akademik selama 4 tahun mahasiswa berkuliah.
"Kekurangan-kekurangan komponen kegiatan akademik yang sudah dilakukan seperti PPL, KKN, Komprehensif, Sidang Munaqosah. Sebenarnya sudah kurang. Nah, kita akumulasikan di akhir. tapi kita juga sudah memperhitungkan bahwa itu sudah menjadi bebannya kita." Lanjut Sukardi
Kemudian Sukardi menjelaskan bahwa adanya permasalahan dari beberapa pihak calon wisudawan bukan karena persoalan angka, namun komitmen pihak kampus sejak awal ditetapkannya UKT.
"Saya mendengarkan ini bukan persoalan angka ya, tapi lebih pada keteguhan kita memegang komitmen awal."
Adanya penambahan biaya di akhir merupakan strategi kampus,
"Kita menyengaja karena kita ingin mahasiswa itu berproses saja menyelesaikan apa yang menjadi tugas mereka selama kuliah sampai selesai. Kita tidak ingin mengganggu pikiran mereka dengan penambahan itu."
Sukardi menyampaikan bahwa untuk kedepannya pihak kampus bertekad agar gedung STAI Persis Bandung telah selesai dibangun. Untuk kegiatan kampus, salah satunya adalah untuk kebutuhan wisuda agar tidak terhubung dengan pihak luar yang tentu akan membutuhkan dana lebih.
"Akhir dari saya itu mungkin Ihsan yang kami minta dari para alumni kita yang baru. Kebaikan yang lebih adilnya mudah-mudahan dengan penambahan itu akan menjadi kebaikan juga bagi para wisudawan, rezeki, dan lain-lainnya. Jadi kalau dalam bahasa agama ini kita meminta atau memohon adanya Ihsan saja yang lebih melampaui keadilan. Mudah-mudahan bisa memahami karena segala sudah dipertimbangkan dan sudah dijelaskan segalanya mengapa tidak sesuai dengan kontrak awal dan disampaikan di akhir." Pungkasnya
(N)


0 Komentar