![]() |
| Fakhri Fauzan (Kedua dari Kiri). Foto : Raihan F. |
Fakhri yang kerap dipanggil Kyai Bedus ini merupakan alumni KPI STAIPI Bandung. Dirinya memberikan sedikit gambaran kisah yang tercantum dalam bukunya,
"Buku yang kedua sebenernya berisi antologi kisah dan refleksi," Ujarnya saat ditemui tim Diksi.
Inspirasi diambilnya judul antologi "Jantung Ibu" itu dari salah satu kisah dalam buku tersebut.
"Kisah itu menceritakan ada seorang anak pemuda yang jatuh cinta pada gadis desa tetangga. Syarat diterima
cintanya itu sungguh berat, yaitu minta jantung ibunya", tuturnya.
Tentunya, menjadi pertaruhan bagi si pemuda itu, akankah diterima syaratnya atau ditolak karena cinta pada ibunya.
Selain dari itu, Kyai Bedus juga mengungkapkan ciri khas dari buku ini dibanding buku pertamanya, (Nak-nak 06) dengan imajinasi liar si penulis lebih ditonjolkan. Berbeda dengan nak-nak 06 yang menjadikan realita sebagai pedoman ceritanya.
(VRE)


0 Komentar