![]() |
| Audiensi AMMENG Bersama BEM STAIPI Bandung. Sabtu (28/09) |
"Beberapa point yang kami ajukan ini bersasarkan data-data yang ada, dan coba mengakomodir data-data sebagai bentuk pengawal terhadap perkembangan kampus ke depan". Ungkap Andi Purbaya selaku perwakilan dari AMMENG kepada DIKSI. Sabtu (28/09).
Andi berharap, adanya audiensi tersebut dapat saling bergandengan untuk menyampaikan aspirasi kepada civitas akademik.
"Secara prosedural, kawan-kawan sekalian bisa berbarengan dalam penyampaian aspirasi (nya)." Ujarnya.
Di akhir acara pihak AMMENG dan juga BEM STAIPI Bandung melakukan tanda tangan di atas materai sebagai bentuk kesepakatan untuk menggelar aksi.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) BEM Evi Mulyana mengamini aspirasi tersebut dan siap melakukan aksi demi kemajuan kampus.
" Kita siap berjuang bersama-sama demi membangun kampus kita agar berkemajuan". Tegas Evi.
Adapun point-point yang menjadi tuntutan AMMENG kepada civitas akademik sebagai berikut :
1. Rancangan Anggaran Belanja yang sulit cair.
2. Kurang adanya support dari akademik terhadap kreativitas dan inovasi mahasiswa.
3. Fasilitas kampus yang tidak optimal.
4. Kebebasan dalam mengadakan mimbar bebas.
5. Kurang terlibatnya mahasiswa dalam pengambilan kebijakan kampus.
6. Kurang teroptimalkan basecamp HMJ.
7. Transparansi anggaran (dana ta'aruf, dana KKN, dan dana PPM).
8. Pengoptimalan stuktur akademik sesuai dengan peran dan fungsinya.
9. Pengoptimalan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
10. Kurang optimalnya sinkronisasi pihak akademik, mahasiswa dan alumni.
11. Transkip nilai yang terlambat.
12. Kurangnya sosialisasi bantuan.
(AE)


0 Komentar