![]() |
| Aksi Mahasiswa Jawa Barat Menolak revisi RUU-KPK |
Tarisna Sugara selaku koordinator lapangan dari pihak kampus STAIPI menyuarakan dalam aksi tersebut, banyak upaya yang dilakukan oleh pihak legislatif untuk melemahkan KPK.
"Revisi RUU KPK yang di rancang sangat menghianati rakyat dan menuai banyak kontroversi. Sebenarnya (Revisi RUU-KPK) tidak ada dalam proglegnas (Program Legislasi Nasional) prioritas tahun 2019 DPR-RI tapi kemudian dilaksanakan. Lalu setelah revisi RUU-KPK dilakukan. kemudian di pilih pimpinan KPK yaitu Firly Bahuri oleh DPR-RI. Padahal sebelumnya pernah terjaring kasus kode etik berat. Ini Ada Apa ?" Ujar Tarisna saat diwawancarai Diksi di daerah Cikoneng, Desa Cipagalo Kecamatan Bojong Soang.
Para peserta aksi melakukan Longmarch dari Monumen Juang sampai depan Gedung DPRD. setelahnya, mereka melakukan orasi, aksi bakar ban, hingga mencoba masuk ke gedung DPRD.
Namun sayangnya, dalam upaya tersebut, meski para peserta aksi sempat bertemu dengan sebagian anggota DPRD Jawa Barat, bentrokan para peserta dengan aparat kepolisian tidak bisa dicegah.
"Awalnya mereka (Aparat Kepolisian) menyemburkan water canon, karena mahasiwa terus melawan di lemparkan gas air mata. Kemudian beberapa mahasiswa mengevakuasi diri ke kampus UNISBA dan UNPAS. Korban luka-luka sampai 88 orang dari gas air mata." Pungkas Tarisna.
(Alvian Hamzah)


0 Komentar