![]() |
| Mahasiswa KPI yang terlibat Aksi tengah berdiskusi bersama Ketua Prodi KPI, Nurdin Qusyaeri. Senin (21/10) |
"Konyol sih, iya. Kayak anak SD saja. Walaupun nanti narasi dari akademik ya kamu juga kayak anak SD masalah gitu aja didemo. Justru karena saya mahasiswa, saya demo. Sebab, mana mungkin anak SD bahkan SMA melakukan demo seperti itu?" Ujarnya saat diwawancarai Diksi di Alnela Mart. Senin (21/10).
Bani, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dirinya melakukan aksi karena paham mengenai isu yang diangkat, serta memahami isu tersebut berdasarkan pengalaman yang telah dilaluinya selama kuliah di STAIPI Bandung.
"Kalau saya pribadi sesuai dengan yang saya tuntut dan saya rasakan. Saya tidak hanya ikut-ikutan, apalagi sampai ditunggangi. Jauh sekali masalah tunggang menunggangi. Hanya saja, aksi ini ada diskriminasi. Seharusnya, kampus mengeluarkan regulasi yang jelas."
Saat ditanya terkait surat pemanggilan orang tua yang dilayangkan kepada dirinya, hal itu tidak membuat Bani untuk berhenti menyuarakan aspirasi.
"Tidak, saya tidak akan terpengaruh oleh surat apapun. Toh, bukan urusan orang tua juga saya ikut aksi. Gertakan-gertakan seperti itu tidak akan berpengaruh bagi saya. Pokoknya, saya akan tetap menyuarakan (pendapat), dan itu pun tidak ada tendensi dari kami kepada pihak akademik secara personal. Kita pure menyuarakan tanpa ada tendensi." Tegasnya. (-ed)
(AH)


0 Komentar